
SETARA.ID, JAKARTA — Rektorat Universitas PTIQ Jakarta memberikan putusan dalam menyikapi polemik pengelolaan dana bantuan mahasiswa Sumatera menuai kekecewaan di kalangan mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa mengecam dan memberikan sanksi tindakan tersebut karena belum mencerminkan rasa keadilan dan belum menjawab keresahan yang berkembang di lingkungan kampus.
Mahasiswa menyoroti persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga berkaitan rasa amanah, kepercayaan, dan akuntabilitas dalam pengelolaan program yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa.
Menganggap keputusan yang terlalu ringan kemudian memunculkan pertanyaan mengenai komitmen institusi dalam menegakkan integritas di lingkungan kampus.
“Kampus seharusnya menjadi teladan dalam penegakan etika dan tanggung jawab. Ketika kepercayaan mahasiswa dipertaruhkan, respons institusi harus mampu menghadirkan rasa keadilan,” ujar salah satu mahasiswa asal Sumatera.
Kritik yang muncul merupakan respons yang ditujukan kepada penyalahgunaan lembaga, bahkan proses pengambilan keputusan yang dinilai belum cukup memberikan efek kepercayaan terhadal sentimen mahasiswa.
Mahasiswa PTIQ berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban organisasi kemahasiswaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Polemik tersebut menjadi ujian bagi PTIQ Jakarta dalam menjaga kredibilitas institusi serta memastikan prinsip integritas dan akuntabilitas benar-benar ditegakkan di lingkungan akademik.
Editor: Redaksi Setara


