Adian Bongkar “Biaya Siluman” Untuk Pejabat, Upah Buruh Dirampok 30 Persen

Muzakki
Adian Napitupulu Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Lintas Parlemen)

SETARA.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Adian Napitupulu menyoroti praktik “biaya siluman” dalam dunia industri yang dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya upah buruh di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Adian dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Moncong Publik, Pada 5/5/2026.

Dalam keterangannya, Adian mengutip hasil riset almarhum Munir Said Thalib saat berada di Surabaya. Menurutnya, riset tersebut menemukan adanya pengeluaran tidak resmi yang mencapai sekitar 30 persen dari total biaya produksi perusahaan.

“Dulu Munir waktu di Surabaya pernah riset yang mengatakan bahwa 30 persen dari biaya produksi itu untuk biaya siluman,” ujar Adian.

Ia menjelaskan, biaya siluman yang dimaksud bukan bagian dari aturan resmi negara, melainkan pengeluaran-pengeluaran informal yang dibebankan kepada pengusaha. Bentuknya beragam, mulai dari pemberian kepada pejabat hingga kebutuhan pribadi keluarga pejabat tertentu.

“Biaya siluman itu ada pejabat ulang tahun pengusaha ngasih, pejabat mau liburan pengusaha ngasih, bahkan bininya pejabat ulang tahun ada setoran juga,” lanjutnya.

Menurut Adian, seluruh pengeluaran di luar aturan resmi negara tersebut pada akhirnya membebani biaya produksi perusahaan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja. Ia menyebut, jika praktik biaya siluman dapat dihapuskan, maka ruang peningkatan upah buruh akan jauh lebih besar.

“Semua biaya yang di luar aturan negara masuk sebagai kategori 30 persen biaya siluman. Kalau ini dihapuskan, upah buruh akan naik 30 persen juga,” tegasnya.

Adian juga menilai praktik tersebut membuat daya saing industri Indonesia kalah dibanding negara lain. Sebab, perusahaan harus menanggung biaya tambahan yang tidak tercatat secara resmi, sementara beban tersebut pada akhirnya memengaruhi kemampuan perusahaan dalam memberikan upah layak kepada pekerja.

“Selama biaya siluman ini ada, maka selama itu buruh kita upahnya akan kalah dengan negara lain,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Muzakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id