Tangsel Darurat Nyamuk: Warga Resah, Pemerintah ke Mana?

Muzakki
Foto: Istimewa

SETARA.ID, TANGERANG SELATAN — Nyamuk belakangan ini bikin sebagian warga Tangerang Selatan kesal. Bukan cuma muncul di rumah, nyamuk juga disebut banyak ditemui di tempat-tempat yang didatangi warga.

Seorang warga yang meminta namanya tidak disebut mengaku hampir setiap bepergian selalu berhadapan dengan nyamuk.

“Ke mana-mana selalu dikerumuni nyamuk. Di rumah iya, pas keluar juga sama,” katanya kepada Setara, Rabu (12/8/2026).

Keluhan itu mungkin terdengar sepele. Tapi kalau nyamuk mulai terasa di banyak tempat, wajar kalau kemudian muncul pertanyaan: sebenarnya ada apa dengan nyamuk di Tangsel?

Apalagi, Tangsel bukan daerah yang asing dengan persoalan nyamuk dan demam berdarah dengue (DBD).

Dinas Kesehatan Tangsel mencatat ada 754 kasus DBD pada 2024. Angka itu turun menjadi 648 kasus pada 2025. Sementara sampai pertengahan 2026, tercatat 229 kasus.

Dari angka tersebut, kondisi DBD sebenarnya menunjukkan tren yang membaik. Tapi angka kasus DBD tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk melihat banyak atau tidaknya nyamuk di lingkungan.

Salah satu yang bisa dilihat adalah keberadaan jentik.

Per 10 Juni 2026, Dinkes Tangsel mencatat baru 57,20 persen RW yang masuk kategori bebas jentik. Target pemerintah tahun ini sebesar 60 persen. Pemerintah sendiri menargetkan seluruh RW bebas jentik pada 2030.

Untuk mengejarnya, pemerintah menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik atau G1R1J dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Ada juga pemeriksaan jentik melalui silent survey.

Fogging juga dilakukan, tetapi bukan setiap kali warga mengeluhkan banyak nyamuk. Dinkes menjelaskan fogging dilakukan ketika ditemukan penularan DBD. Pada 2025, fogging dilakukan di sejumlah wilayah ketika kasus DBD meningkat.

Artinya, pemerintah sebenarnya punya cara untuk menangani persoalan nyamuk.

Di satu sisi kasus DBD memang turun. Di sisi lain, warga masih merasakan nyamuk yang cukup mengganggu. Bahkan sampai ke tempat-tempat yang bukan lingkungan rumah.

Belum lagi capaian RW bebas jentik yang baru 57,20 persen pada Juni lalu.

Angka tersebut memang tidak berarti 42,8 persen RW lainnya dipenuhi nyamuk. Tetapi setidaknya masih ada wilayah yang belum mencapai status bebas jentik.

Pemerintah perlu menjelaskan kondisi sebenarnya. Apakah ada peningkatan populasi nyamuk di Tangsel? Apakah ada wilayah tertentu yang memang lebih banyak ditemukan jentik? Dan ketika warga melapor banyak nyamuk, apa yang dilakukan pemerintah?

Sebab bagi warga, urusannya sederhana. Mereka cuma ingin bisa duduk, makan, bekerja, atau nongkrong tanpa harus sibuk menepuk-nepuk nyamuk.

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Muzakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id