
SETARA.ID, MALANG – Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak dari menteri-menterinya mengalami penurunan kesehatan akibat kerja keras hingga membutuhkan perawatan intensif. Dia lantas memberikan tawaran ilmu khususnya dalam menjaga kesehatan.
Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan dalam kegiatan peresmian panen raya serentak bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Sebelum itu Prabowo memberikan apresiasi pada kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih.
“Saya bangga hari ini dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit. Tidak istirahat. Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja, yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Dia berujar, bahwa apa yang para menteri lakukan untuk mencapai target dei kesejahteraan rakyat. Prabowo juga menyenggol Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya.
“Kita mengejar sasaran-sasaran, kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama, mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita,” katanya.
Dalam pertengahan pidatonya, Prabowo menjelaskan target yang telah tercapai oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia meminta Amran agar tetap sehat dan jangan sampai masuk rumah sakit karena bekerja terlalu keras.
“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, program kita sekarang adalah 100.000 hektare per tahun dan dengan demikian akan dicapai dalam 4 tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam 2 tahun’. Saya bilang, ‘bagus’,” ujarnya.
“Tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji? 2 tahun tapi you nggak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” ujar dia dengan sambutan riuh tawa.
Dia kemudian mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintahan sampai jenderal agar jangan sampai sakit hingga perlu perawatan di RS. Dia pun mengatakan akan memberikan ilmunya untuk menjaga kesehatan hingga tidak perlu perawatan dari rumah sakit.
“Ya menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan, jangan ambruk. Kalau mau ilmu nanti saya kasih ilmu,” kata dia.
“Tentara itu pintar cari waktu istirahat ya. Upacara aja bisa tidur, ah itu. Ini lulusan Akademi Militer, Akademi Polisi ini semua punya ilmu-ilmu itu semua. Di kelas tidur. Tapi sekarang nggak, itu zaman dulu. Zaman kalian kan nggak tidur di kelas kan? Hah? Nggak kan? Karena gizi sudah bagus,” imbuhnya.
Editor: Redaksi Setara

