
Lampu-lampu kota mulai menyala ketika malam datang. Dari jendela apartemen kecilnya, Dina memandang jalanan yang dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang tanpa henti.
Kota ini tidak pernah benar-benar tidur. Selalu ada suara, selalu ada cahaya, selalu ada orang yang bergegas mengejar sesuatu yang mungkin bahkan tidak mereka pahami sepenuhnya.
Dina sering bertanya pada dirinya sendiri apakah semua kesibukan ini benar-benar membawa kebahagiaan. Atau justru hanya membuat manusia semakin jauh dari hal-hal sederhana yang dulu membuat hidup terasa bermakna.
Namun ketika ia menutup tirai jendela dan mematikan lampu, ia tahu bahwa besok pagi kota ini akan kembali hidup dengan ritme yang sama.


