
Setiap orang memiliki jalan pulangnya masing-masing. Bagi Bima, jalan pulang bukan hanya tentang tempat, tetapi juga tentang perasaan.
Setelah bertahun-tahun merantau, ia akhirnya kembali ke kampung halamannya. Jalanan kecil yang dulu ia lalui setiap hari masih ada, meskipun beberapa rumah telah berubah.
Ketika ia berjalan melewati sawah yang luas, angin membawa aroma tanah yang begitu akrab baginya. Ia menyadari bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, selalu ada tempat yang akan menyambutnya kembali.
Di situlah Bima mengerti bahwa pulang bukan sekadar kembali ke rumah, tetapi juga kembali menemukan dirinya sendiri.


