
SETARA.ID, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menjelaskan Presiden Prabowo Subianto tak menutup peluang wacana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan kantin-kantin sekolah.
Dia menyebut Prabowo memberikan respons positif dalam mengkaji wacana melibatkan kantin sekolah dalam merealisasikan program MBG.
“Pak Presiden pun tadi mengatakan ‘Silahkan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh’. Jadi jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya,” kata Agustina merespons pertanyaan terkait, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).
Kendati demikian, Agustina menjelaskan bahwa program tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG menyatakan rancangan pelaksanaan MBG masih melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
Dia menambahkan merealisasikan rancangan program tersebut dapat melalui SPPG yang menjadi satu-satunya opsi.
Kendati demikian, Agustina kembali menegaskan bahwa pemerintah tak menutup kans untuk jadi opsi lain.
Dia hanya menegaskan bahwa keinginan Prabowo terkait pengambilan keputusan perlu dipikirkan secara matang.
“Tapi kembali lagi beliau minta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan gitu,” ujarnya.
Simultan, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah akan tetap menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan MBG dalam waktu satu bulan.
Dia menambahkan akan mengkaji secara detail dalam waktu satu bulan ini dan kemudian melaporkan hasilnya ke Prabowo sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Tadi mengenai MBG akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu, satu bulan. Ya, satu bulan lagi. Satu bulan untuk menyelesaikan, merapikan,” kata Zulhas.
Editor: Redaksi Setara


