Menanti Korban Jiwa di Jalan Poros Gili Raja: Di Mana Nurani Pemkab Sumenep?

Redaksi Setara

Penulis

Ach. Jazari, Aliansi Mahasiswa Gili Raja(AMG). (Foto: Istimewa)

SETARA.ID, OPINI – Menonton penderitaan warga Sumenep, khususnya di wilayah kepulauan seperti Pulau Gili Raja, yang harus bertaruh nyawa setiap kali melewati jalan poros utama adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang akut.

Ketika hujan turun, jalan poros yang menjadi urat nadi aktivitas warga Gili Raja berubah menjadi kubangan lumpur hidup dan medan ranjau yang licin. Warga tergelincir, terjatuh, dan hampir kehilangan nyawa.

Pertanyaannya sangat mendasar: Apakah harus ada nyawa warga pulau yang benar-benar melayang dalam kafan terlebih dahulu baru Pemerintah Kabupaten Sumenep terketuk hatinya untuk bergerak?

Sangat ironis melihat bagaimana Sumenep yang bangga akan pesona wisata dan potensinya, justru menutup mata pada infrastruktur paling mendasar di wilayah kepulauannya.

Jalan poros Gili Raja bukan sekadar hamparan tanah dan batu, melainkan akses tunggal ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga. Membiarkan jalan utama ini rusak parah menahun sama saja dengan mengisolasi dan membiarkan rakyat berjalan menuju marabahaya setiap hari.

Kontras yang Menyakitkan: Di saat para pejabat di daratan duduk nyaman di dalam mobil dinas bersuspensi empuk yang dibiayai oleh pajak rakyat, warga Pulau Gili Raja justru harus sport jantung, menahan napas, dan bertaruh nyawa di atas motor mereka saat hujan, hanya untuk mengakses fasilitas publik atau sekadar pulang ke rumah dengan selamat.

Apakah warga kepulauan hanya dianggap sebagai angka penambah suara saat pemilu, lalu dilupakan setelahnya?

Ini bukan lagi soal keterbatasan anggaran atau kendala geografis. Ini adalah soal skala prioritas, diskriminasi pembangunan, dan krisis empati.

Jika keselamatan nyawa warga di Pulau Gili Raja tidak bisa menduduki peringkat teratas dalam program kerja bupati, lalu untuk apa jargon-jargon pembangunan daerah itu digemakan?

Konstitusi kita jelas mengamanatkan perlindungan bagi segenap bangsa tanpa tebang pilih antara daratan dan kepulauan.

Namun, kondisi jalan poros Gili Raja saat ini seolah berteriak bahwa keselamatan warga pulau adalah urutan kesekian. Berulang kali keluhan dilayangkan, berulang kali pula respons yang diterima terkesan seperti sekadar janji administratif penenang sesaat.

Jangan tunggu sampai tangisan di jalanan licin Gili Raja berubah menjadi tangisan di pemakaman. Benahi jalan poros Pulau Gili Raja sekarang, atau akui saja bahwa Pemkab Sumenep telah gagal total dan menganaktirikan masyarakat kepulauannya sendiri!

Penulis: Ach. Jazari (Aliansi Mahasiswa Gili Raja)

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Redaksi Setara

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id