
Di era digital saat ini, informasi dapat diakses dengan sangat mudah melalui berbagai perangkat elektronik. Namun kemudahan akses informasi tidak selalu diiringi dengan meningkatnya budaya membaca secara mendalam.
Banyak orang lebih terbiasa membaca informasi singkat di media sosial dibandingkan membaca buku atau tulisan yang lebih panjang. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan analitis dapat berkurang karena kurangnya kebiasaan membaca yang mendalam.
Budaya membaca sebenarnya memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai gagasan. Melalui membaca, seseorang dapat memahami berbagai perspektif serta memperluas wawasan tentang dunia.
Oleh karena itu, upaya untuk menumbuhkan kembali budaya membaca perlu dilakukan melalui pendidikan, keluarga, dan berbagai program literasi di masyarakat.


