
SETARA.ID, JAKARTA – Keributan yang melibatkan seorang prajurit TNI dan pemilik warung di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik setelah video peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Insiden ini berujung pada perusakan warung dan kini tengah ditangani oleh pihak TNI Angkatan Darat.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari cekcok terkait transaksi pembayaran menggunakan QRIS. Ketegangan antara prajurit dan penjaga warung kemudian meningkat hingga berujung aksi perusakan.
Pihak TNI Angkatan Darat membenarkan adanya keterlibatan oknum prajurit dalam kejadian tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AD menyebut insiden dipicu kesalahpahaman saat transaksi. “Kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman saat melakukan pembayaran di warung,” demikian keterangan yang disampaikan, dikutip dari Viva.
Ia juga menyampaikan bahwa prajurit yang terlibat mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis. TNI AD menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran. “Apabila terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Di sisi lain, muncul Video pengakuan dari pemilik warung Madura yang diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08, Rabu 6/5/2026.
pemilik warung mengaku mengalami tindakan lanjutan setelah kejadian. “Usai cekcok dan tejadi baku pukul dengan helm putih, pemilik warung Madura mengaku dibawa ke asrama oleh beberapa orang dan alami kekerasan,” katanya dalam video tersebut.
Namun demikian, klaim tersebut hingga kini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang. Aparat terkait disebut tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Situasi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif, sementara proses penanganan kasus masih berlangsung.
Editor: Redaksi Setara


