
SETARA.ID, JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tidak menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (1/6/2026).
Ketidakhadiran Jokowi bukan disebabkan faktor kesehatan maupun agenda lain, melainkan karena dirinya tidak menerima undangan dari panitia penyelenggara.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah. Ia menegaskan bahwa hingga hari pelaksanaan upacara, tidak ada undangan resmi yang diterima mantan kepala negara tersebut.
“Beliau tidak diundang. Sampai pagi ini kami tidak menerima undangan untuk menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila,” kata Syarif kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Beberapa nama yang tampak hadir antara lain Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.
Absennya Jokowi dalam upacara kenegaraan tersebut menjadi perhatian publik mengingat dirinya merupakan Presiden RI periode 2014–2024 dan masih menjadi salah satu figur politik yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Syarif menjelaskan bahwa Jokowi berada di Solo pada saat upacara berlangsung dan tidak memiliki agenda untuk menghadiri kegiatan tersebut karena memang tidak ada undangan yang diterima.
“Beliau berada di Solo. Tidak ada agenda menghadiri upacara karena memang tidak ada undangan yang masuk kepada kami,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia penyelenggara maupun instansi terkait mengenai alasan tidak adanya undangan kepada Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Namun demikian, belum terdapat pernyataan resmi yang menunjukkan adanya persoalan tertentu di balik ketidakhadiran Jokowi pada acara kenegaraan tersebut.
Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan agenda nasional yang setiap tahun digelar untuk mengenang pidato Presiden pertama RI Soekarno pada 1 Juni 1945 yang menjadi cikal bakal lahirnya dasar negara Indonesia.
Sementara itu, Presiden Prabowo dalam amanatnya menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Editor: Redaksi Setara


