Listrik Sumatera Lumpuh, PLN Butuh 20 Jam Pulihkan Sistem

Arif Siregar
Warga di Desa Kerto Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung berkumpul di masjid menggunakan penerangan lilin akibat pemadaman listrik. (Foto: Liputat6.Com)

SETARA.ID, SUMATERA – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera memicu sorotan publik terhadap ketahanan sistem kelistrikan nasional. Kamis 22/5/2026.

Gangguan yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat hingga layanan publik di berbagai daerah sempat lumpuh.

PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa pemadaman dipicu gangguan pada sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang kemudian berdampak pada sistem kelistrikan Sumatera secara luas.

“Gangguan terjadi pada sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera mengalami separated system,” ujar pihak PLN.

PLN juga menyebut cuaca buruk menjadi indikasi awal penyebab terganggunya jaringan transmisi tersebut. Kondisi itu membuat pasokan listrik di sejumlah wilayah Sumatera mengalami pemadaman secara bersamaan.

“Indikasi awal gangguan dipicu cuaca buruk yang terjadi di wilayah transmisi,” lanjut keterangan PLN.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan proses pemulihan sistem tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pembangkit besar seperti PLTU membutuhkan tahapan khusus untuk kembali dioperasikan demi menjaga stabilitas jaringan listrik.

“Untuk menghidupkan kembali PLTU membutuhkan proses bertahap dan waktu sekitar 15 sampai 20 jam agar sistem kembali stabil,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, PLN memprioritaskan pemulihan listrik pada fasilitas vital dan layanan publik agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.

“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas fasilitas publik dan pusat layanan masyarakat,” ujarnya.

Peristiwa blackout ini turut memunculkan pertanyaan publik terkait kesiapan dan ketahanan sistem kelistrikan nasional menghadapi gangguan besar. Sejumlah pihak menilai insiden tersebut harus menjadi evaluasi serius agar gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

EDITOR: REDAKSI SETARA

Share It:

Tags :

Arif Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id