Konsolidasi Nasional SEMA PTKIN se-Indonesia Dinilai Disorientasi

Redaksi Setara

Penulis

Foto: Istimewa

SETARA.ID, SEMARANG – Konsolidasi Nasional SEMA PTKIN se-Indonesia yang dilaksanakan di Kota Semarang menuai kritik dan kekecewaan dari sejumlah peserta delegasi daerah.

Berdasarkan konsep awal kegiatan, Koordinator Pusat SEMA PTKIN se-Indonesia bersama Koordinator Wilayah direncanakan akan melakukan penyerapan isu strategis daerah untuk kemudian diperjuangkan melalui jalur advokasi dan audiensi kebijakan di tingkat nasional. Namun dalam pelaksanaannya, agenda forum justru lebih banyak diisi oleh kegiatan seminar dan dialog seremonial bersama pejabat pemerintahan.

Pada hari pertama kegiatan, forum diisi dengan Seminar Nasional yang menghadirkan Menteri Pertanian, Kapolda Jawa Tengah, dan Wali Kota Semarang. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari sejumlah peserta mengenai relevansi narasumber dengan fungsi legislasi mahasiswa.

Dilanjut pada hari kedua kegiatan kembali memunculkan kekecewaan setelah agenda hari kedua diisi dengan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Wakil Wali Kota Semarang, Kepala BNN Jawa Tengah, staf khusus kementerian koordinator, serta Komisi B DPRD Jawa. Tengah.

Peserta menilai forum yang seharusnya menjadi ruang legislasi mahasiswa berubah menjadi forum seremonial yang minim ruang deliberasi antarwilayah. Tidak sedikit peserta mempertanyakan arah konsolidasi nasional yang dinilai lebih menonjolkan agenda formalitas dibandingkan substansi perjuangan aspirasi mahasiswa PTKIN se-Indonesia.

“Kenapa mengundang Kapolda, Menteri Pertanian, dan Kepala BNN Jawa Tengah untuk mengisi acara? Jelas-jelas ini bukan ranah legislatif. Dengan mengundang pihak-pihak yang tidak relevan, saya menolak mencampuradukkan fungsi legislasi dengan eksekutif,” tegas Muhammad Ezra Suhaeri selaku Ketua Umum SEMA UIN Jakarta.

Kekecewaan peserta memuncak setelah forum dinilai semakin jauh dari mandat forum konsolidasi. Situasi tersebut memicu gelombang interupsi dan penolakan dari peserta hingga beberapa delegasi memilih melakukan walk out dari forum seminar sebagai bentuk protes terhadap arah kegiatan. Dinamika forum juga sempat mengalami deadlock akibat banyaknya kritik yang disampaikan kepada Koordinator Pusat SEMA PTKIN se-Indonesia.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Koordinator Pusat SEMA PTKIN se-Indonesia Muhammad Rafli akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan forum.

“Saya meminta maaf apabila telah mencederai fungsi legislatif dan juga meminta maaf karena kegiatan ini melenceng dari mandat forum konsolidasi,” ujar Muhammad Rafli.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi sejumlah peserta sebagai bahan evaluasi terhadap arah gerakan kelembagaan mahasiswa PTKIN ke depan.

Wakil Ketua I SEMA UIN Jakarta Zaki Fauzaan Subekti menilai bahwa:
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lembaga legislatif mahasiswa harus menjaga independensi gerakan dan tidak kehilangan orientasi perjuangan akibat kepentingan pencitraan maupun seremoni elit.”

PENULIS:  RAIHANUL AIMAN ALFAROS

EDITOR: REDAKSI SETARA

Share It:

Tags :

Redaksi Setara

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id