
SETARA.ID, TANGERANG SELATAN – Sejumlah atlet dan pengurus cabang olahraga (cabor) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mempertanyakan kejelasan dana pembinaan, jaminan kesehatan, hingga bonus bagi atlet berprestasi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena Tangsel berstatus sebagai tuan rumah Porprov VII Banten 2026. Di tengah persiapan yang semakin intensif, sejumlah atlet mengaku masih menghadapi ketidakjelasan mengenai dukungan pembinaan yang dibutuhkan untuk menunjang latihan.
Salah seorang atlet yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan dana pembinaan yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan latihan belum diterima. Selain itu, status BPJS atlet juga disebut belum mendapatkan kejelasan.
“Kami tetap berlatih dan tetap berjuang untuk memberikan prestasi terbaik bagi daerah. Tetapi sampai sekarang dana pembinaan belum juga dibayarkan dan BPJS atlet juga belum ada kejelasan. Padahal kami berlatih setiap hari dengan risiko cedera yang cukup tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pembinaan diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan atlet, mulai dari alat latihan hingga asupan vitamin dan nutrisi selama menjalani program persiapan menuju Porprov.
“Kami membutuhkan alat latihan yang menunjang peningkatan performa. Selain itu, atlet juga membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi yang seimbang agar kondisi fisik tetap terjaga, tetap fit, dan mampu mempertahankan performa terbaik selama menjalani latihan. Semua itu membutuhkan dukungan yang memadai,” katanya.
Ia berharap persoalan tersebut segera mendapatkan kepastian sehingga atlet dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan.
“Porprov tinggal sekitar satu bulan lebih lagi. Seharusnya fokus kami saat ini adalah meningkatkan performa dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Tapi kenyataannya kami masih mempertanyakan dana pembinaan dan BPJS yang belum jelas,” ujarnya.
Bonus Atlet Peraih Medali Dipertanyakan
Selain persoalan pembinaan dan jaminan kesehatan, atlet dan pengurus cabor juga mempertanyakan besaran bonus atau penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov VII Banten 2026, khususnya medali emas.
Seorang pengurus cabor yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan informasi mengenai besaran bonus di sejumlah daerah lain telah menjadi pembicaraan di kalangan atlet. Namun, menurutnya, besaran bonus untuk atlet Tangsel belum diketahui secara pasti.
“Informasi yang kami dengar, Kabupaten Tangerang sekitar Rp70 juta untuk emas, Kota Tangerang Rp50 juta. Tangsel bagaimana? Sampai sekarang kami belum tahu berapa penghargaan untuk atlet yang nanti berhasil mendapatkan emas,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai nominal bonus, tetapi kepastian penghargaan atas perjuangan atlet.
“Atlet perlu kepastian. Jangan sampai kami diminta mengejar target juara umum, tetapi soal penghargaan untuk atletnya sendiri belum jelas. Minimal KONI Tangsel harus menyampaikan secara terbuka berapa besar bonus emas, perak dan perunggu serta bagaimana mekanisme pemberiannya,” katanya.
Ia menilai kepastian tersebut penting agar atlet mengetahui bentuk apresiasi yang akan diberikan pemerintah daerah apabila berhasil membawa pulang medali.
“Kami tidak sedang mengejar uang. Atlet berlatih bertahun-tahun, mengorbankan waktu, tenaga, pendidikan bahkan menghadapi risiko cedera. Kalau mereka berhasil mendapatkan emas dan mengharumkan nama Tangsel, tentu harus ada penghargaan yang jelas dari daerah,” ujarnya.
KONI Tangsel Diminta Berikan Kepastian
Para atlet dan pengurus cabor berharap KONI Kota Tangerang Selatan segera memberikan penjelasan mengenai dana pembinaan, status BPJS, serta skema penghargaan bagi atlet berprestasi.
Mereka juga meminta informasi mengenai besaran bonus untuk medali emas, perak dan perunggu, mekanisme serta waktu pencairan, termasuk penghargaan bagi pelatih yang mendampingi atlet.
“Yang kami minta sederhana, yaitu kepastian. KONI Tangsel perlu menjelaskan bagaimana kondisi dana pembinaan atlet, bagaimana status BPJS, dan yang tidak kalah penting bagaimana skema penghargaan atau bonus bagi atlet yang nantinya meraih emas,” katanya.
Meski masih mempertanyakan sejumlah hal tersebut, para atlet disebut tetap menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov VII Banten 2026.
Mereka berharap persoalan dana pembinaan, jaminan kesehatan, serta bonus atlet dapat memperoleh kepastian sebelum pertandingan berlangsung sehingga seluruh fokus dapat diarahkan untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Kota Tangerang Selatan sebagai tuan rumah.
Editor: Redaksi Setara


