
SETARA.ID, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memberikan penjelasan terkait pengangkatan dua anaknya sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Ia menyebut keduanya telah membantu proses pembentukan lembaga penyelenggara haji sejak masa awal, ketika fasilitas dan sumber daya manusia masih terbatas.
Penjelasan tersebut disampaikan Gus Irfan pada Senin (26/10/2026), setelah pengangkatan kedua anaknya menjadi perhatian publik.
Gus Irfan menjelaskan, saat dirinya mulai membangun Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf pendukung yang memadai.
“Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,” kata Gus Irfan, Senin (26/10/2026).
Menurut Gus Irfan, anak-anaknya bersama sejumlah santri turut membantu pekerjaan pada masa awal pembentukan lembaga tersebut. Ia menyebut bantuan itu berlangsung secara sukarela selama sekitar tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji.
“Akhirnya Bang Dahnil (Wamenhaj) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa sebagian orang yang membantu proses awal tersebut masuk ke dalam jajaran tenaga ahli, sedangkan sebagian lainnya kembali menjalankan aktivitas masing-masing.
Jelaskan alokasi tenaga ahli
Gus Irfan juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki alokasi tiga posisi staf khusus dan lima posisi tenaga ahli. Namun, ia mengaku hanya menggunakan satu posisi staf khusus dan empat posisi tenaga ahli.
“Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat,” tuturnya.
Ia turut menyinggung keterbatasan sumber daya manusia di kementeriannya. Berdasarkan analisis jabatan yang disampaikan Gus Irfan, kebutuhan pegawai Kemenhaj mencapai sekitar 7.000 orang, sedangkan jumlah pegawai yang tercatat saat itu sebanyak 3.631 orang.
Kedua anak dilaporkan mundur
Perkembangan selanjutnya, detikcom pada Senin (26/10/2026) melaporkan bahwa kedua anak Gus Irfan telah mundur dari posisi tenaga ahli. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya juga menjelaskan bahwa keduanya membantu pekerjaan operasional dan komunikasi internal maupun eksternal kementerian.
Dahnil mengatakan, keduanya turut memberikan masukan untuk mendukung pekerjaan kementerian.
“Berdua banyak membantu Pak Menteri. Operasional, kemudian komunikasi dengan banyak pihak, dalam hal ini di internal kita di Kementerian Haji dan Umrah. Mereka jembatan komunikasi dan mereka juga ikut memberikan pertimbangan, beberapa masukan, segala macam,” kata Dahnil.
Editor: Redaksi Setara


