LHB Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di Kampung Pemulung Lebak Bulus

Arif Siregar
Lentera Huma Berhati Dorong Masyarakat Kp. Pemulung Lebak Bulus untuk Memanfaatkan Sampah agar Dikelola mejadi sesuatu yang Bermanfaat. (Foto: Setara.Id)

SETARA.ID, JAKARTA SELATAN — Lentera Huma Berhati (LHB) menggelar kegiatan edukasi pemanfaatan dan pengelolaan sampah organik di Kampung Pemulung Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta melalui program Pembinaan Aktivitas Pemuda (PAP).

Kegiatan tersebut menghadirkan pegiat lingkungan Fransiscus Dwi Sulistiani dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Azhari Nurjalda, sebagai pemateri. Edukasi ini berfokus pada pemanfaatan limbah organik serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fransiscus Dwi Sulistiani mengapresiasi inisiatif anak muda yang memberikan perhatian kepada para ibu yang bergerak dalam pemilahan sampah atau dikenal sebagai pemulung.

“Saya menyambut gembira ada anak muda yang mau memperhatikan ibu-ibu yang bergerak di bidang pemilahan sampah atau yang biasa disebut pemulung. Semoga ke depan bisa memberikan kegiatan yang lebih menggugah dan berdampak luas,” ujarnya.

Sementara itu, Azhari Nurjalda menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Menurutnya, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, terutama generasi muda.

“Saya sangat gembira karena kami merasa dari DLH, edukasi kepada masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, terkhusus anak muda,” kata Azhari.

Manfaat kegiatan juga dirasakan langsung oleh peserta. Wati, salah seorang peserta, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat, terkhusus bagi saya sendiri, jadi mengerti bagaimana caranya mengolah limbah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari. Seperti tadi, bagaimana caranya mengolah kulit buah-buahan menjadi sabun untuk kita pakai sehari-hari,” ungkap Wati.

Praktik pemanfaatan limbah kulit buah menjadi sabun menjadi salah satu contoh bahwa sampah organik memiliki potensi untuk diolah kembali. Dengan pengetahuan dan pengolahan yang tepat, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai manfaat.

Melalui kegiatan ini, LHB mendorong penguatan edukasi lingkungan berbasis masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, pegiat lingkungan, dan warga. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Arif Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id