
SETARA.ID, JAKARTA – Google Translate kini semakin ramah bagi pengguna di Indonesia. Melalui pembaruan yang diperkenalkan Google, layanan penerjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut telah mendukung 11 bahasa daerah Indonesia.
Penambahan ini menjadi bagian dari pembaruan besar Google Translate yang memperluas dukungan terhadap 110 bahasa baru di seluruh dunia. Kehadiran bahasa-bahasa daerah Indonesia dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung pelestarian bahasa lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi digital.
Saat ini, bahasa daerah Indonesia yang tersedia di Google Translate meliputi: Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Aceh, Bahasa Bali, Bahasa Batak Karo, Bahasa Batak Simalungun, Bahasa Batak Toba, Bahasa Betawi, Bahasa Madura, Bahasa Makassar, dan Bahasa Minangkabau
Bagi masyarakat daerah, masuknya Bahasa tersebut ke Google Translate menjadi kabar yang patut diapresiasi. Selama bertahun-tahun, bahasa yang digunakan oleh jutaan masyarakat di daerah belum tersedia dalam layanan penerjemahan digital milik Google.
Kini, pengguna dapat menerjemahkan teks dari Bahasa Indonesia ke Bahasa daerah maupun sebaliknya secara langsung melalui Google Translate. Fitur ini diharapkan dapat membantu pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum dalam mempelajari dan menggunakan Bahasa daerah di ruang digital.
Meski demikian, hasil terjemahan masih memiliki keterbatasan. Sebagai sistem berbasis AI, Google Translate terus belajar dari data bahasa yang tersedia sehingga beberapa kosakata, dialek, maupun ungkapan lokal belum tentu diterjemahkan secara sempurna. Pengguna tetap disarankan melakukan penyesuaian, terutama untuk kebutuhan akademik maupun penerjemahan resmi.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan kekayaan bahasa terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, terdapat lebih dari 700 bahasa daerah yang masih digunakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Nusantara. Namun, hingga kini baru 11 bahasa daerah yang tersedia di Google Translate.
Penambahan bahasa daerah ke dalam platform digital global seperti Google Translate menjadi langkah positif dalam menjaga eksistensi bahasa lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Selain mempermudah komunikasi, kehadiran fitur ini juga membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Dengan semakin berkembangnya teknologi berbasis AI, diharapkan semakin banyak bahasa daerah Indonesia yang memperoleh dukungan serupa sehingga warisan linguistik Nusantara tetap hidup dan relevan di era digital.
Editor: Redaksi Setara


