
SETARA.ID, JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi(HMPS) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Gelar Pekan Literasi 2026, kegiatan ini berlangsung pada 13 Juni -13 Juli 2026.
Kegiatan berangkat dari hasil studi Central Connecticut State University (CCSU) dalam World’s Most Literate Nations, yang menempatkan Indonesia peringkat ke-60 dari 61 negara.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan minat dan kesadaran literasi masih menjadi tantangan, khususnya di kalangan generasi muda.
Berangkat dari kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan PELITA (Pekan Literasi) sebagai upaya meningkatkan semangat literasi di kalangan siswa dan mahasiswa.
Mengusung tema “From Communication to Action” PELITA mendorong generasi muda agar komunikasi tidak hanya berhenti pada penyampaian gagasan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak positif.
Wakil Ketua umum HMPS KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zidan Syakir, mengatakan bahwa PELITA merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun budaya literasi.
“Agenda ini diadakan sebagai bentuk komitmen dan upaya untuk membangun lingkungan HMPS KPI yang sadar akan pentingnya literasi,” ujar Zidan Syakir.
Melihat luasnya cakupan media dan semakin masifnya akses informasi, PELITA diselenggarakan dalam skala nasional. Kegiatan ini menarik sekitar ±170 pendaftar dari berbagai daerah, seperti Malang, Bandung, Yogyakarta, dan daerah lainnya. Para peserta berkompetisi dalam tiga kategori, yaitu Speech Competition, News Anchor, dan Storytelling.
Selain perlombaan, rangkaian PELITA juga menghadirkan Seminar Nasional dengan Bapak Usman Kansong, mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, serta kak Safhira Alfarisi, pendiri sekaligus CEO Duta Inspirasi Indonesia, sebagai narasumber.
Melalui penyelenggaraan PELITA, diharapkan semangat literasi di kalangan siswa dan mahasiswa dapat terus tumbuh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan di tengah derasnya arus informasi.
Editor: Redaksi Setara


