
Membaca sastra bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga pengalaman reflektif yang mendalam. Ketika seseorang membaca sebuah karya sastra, ia tidak hanya mengikuti alur cerita, tetapi juga terlibat dalam proses memahami makna yang tersembunyi di balik kata-kata.
Setiap pembaca membawa pengalaman hidup yang berbeda ketika membaca sebuah karya sastra. Oleh karena itu, makna yang diperoleh dari sebuah karya sering kali berbeda antara satu pembaca dengan pembaca lainnya.
Proses membaca sastra juga dapat menjadi sarana introspeksi diri. Banyak pembaca yang menemukan bagian dari dirinya sendiri dalam tokoh atau konflik yang digambarkan dalam cerita.
Dengan demikian, membaca sastra tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membantu manusia memahami dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.

