
Ketimpangan sosial merupakan salah satu isu utama dalam diskursus ekonomi modern. Perbedaan pendapatan yang semakin besar antara kelompok kaya dan miskin menjadi perhatian banyak ekonom dan ilmuwan sosial.
Dalam perspektif ekonomi politik, ketimpangan tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi semata. Struktur kekuasaan, kebijakan pemerintah, serta sistem distribusi sumber daya juga memiliki pengaruh besar terhadap tingkat ketimpangan dalam masyarakat.
Kebijakan pajak, subsidi, serta program kesejahteraan sosial dapat memainkan peran penting dalam mengurangi ketimpangan. Namun implementasi kebijakan tersebut sering kali dipengaruhi oleh kepentingan politik dari berbagai kelompok.
Oleh karena itu, upaya mengatasi ketimpangan sosial membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan distribusi dan inklusi sosial.


