Pemerintah Salurkan Dana Rp 57 Miliar untuk Riset 122 Barang Industri

Dodi Febriansyah
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani memberi pidato di Tasyakur 100 tahun Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025) (Sumber: Tempo.co)

SETARA.ID, NASIONAL – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mendanai Rp 57 miliar untuk 122 program riset sains dan teknologi. Penelitian ini melibatkan 854 dosen dan tenaga pendidik yang langsung bekerja sama dalam industri.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani menuturkan, kegiatan ini bertujuan sebagai alternatif terhadap inovasi riset dengan industri rill. Melalui mekanisme kerja sama ini, hasil 122 riset yang dibantu pendanaannya oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) yang diharapkan bisa langsung dimanfaatkan oleh industri, dan diperdagangkan.

Najib menyatakan bahwa kegiatan riset ini memiliki perbedaan dengan riset tradisionil pada umumnya, yang bertujuan sebagai publikasi jurnal ilmiah atau berbentuk buku.

“Ini arahnya yang lain. Menyelesaikan masalah masyarakat, bersama industri dan skill up. Maka kita juga bekerja sama dengan pemerintah, isu apa yang menjadi problem di daerah itu,” kata Najib dalam peluncuran Program Bestari Saintek Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, pada Rabu, 29/4/2026.

Mengenai penelitian-penelitian tersebut telah didistribusikan ke delapan aspek strategis, dari aspek pertanian dan pangan yang berjumlah sebanyak 45 proposal penelitian. Lalu diikuti oleh humaniora, seni budaya dan pendidikan sebanyak 30 proposal penelitian, kemudian terakhir kemaritiman dalam jumlah 12 proposal penelitian.

Kemudian, mengenai teknologi informasi dan komunikasi memiliki sebanyak 9 tim, kesehatan dan obat sebanyak 8 tim, kebencanaan sebanyak 8 tim, energi dan energi terbaru sebanyak 6 tim dan material maju sebanyak 4 tim.

Najib menuturkan 122 penelitian yang dipilih ini telah mengikuti bebeapa tahapan seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. Terhitung dar 2.499 pendaftar yang telah mengisi dokumen kesiapan minat, hanya 122 tim penelitian yang lolos. Jumlah itu juga melibatkan 854 dosen dan tenaga pendidik, serta didukung oleh 341 industri dari berbagai aspek.

Dalam konteks kelembagaan, perguruan tinggi pengampu penelitian ini mayoritas diisi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebesar 58,7 persen, sementara 42,2 persen dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS).  “Angka ini menegaskan peran krusial PTN dan juga PTS sebagai penggerak riset nasional sekaligus memperlihatkan geliat serta kontribusi banyak PTS yang semakin aktif di dalam kegiatan riset nasional kita,” kata Najib.

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Dodi Febriansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id