Doli Kurnia Tandjung: Gerakan Mahasiswa adalah Wujud Idealisme dalam Demokrasi

Arif Siregar

Sumber Foto : Politiknesia.com

SETARA.ID, Jakarta – Doli Kurnia Tandjung menilai gerakan mahasiswa sebagai bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, mahasiswa sejak awal dididik dengan idealisme sehingga memiliki legitimasi moral untuk bersuara ketika realitas sosial dan kebijakan publik tidak sejalan dengan nilai yang mereka yakini.

Pernyataan tersebut disampaikan Doli melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa justru mencerminkan demokrasi yang berjalan secara sehat. “Adik-adik mahasiswa ini dididik tentu memiliki idealisme. Ketika realitas tidak sesuai dengan idealismenya, mereka memang seharusnya bersikap, bersuara, dan bereaksi. Itu sesuatu yang biasa saja, apalagi dalam negara demokrasi seperti Indonesia,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Doli juga menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang hingga kini konsisten menjalankan peran sebagai kelompok kritis dalam menyampaikan aspirasi publik. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyeimbang dalam kehidupan bernegara, selama aksi yang dilakukan tetap berada dalam koridor damai. “Saya memberikan apresiasi jika sampai saat ini masih ada adik-adik mahasiswa sebagai kelompok kritis yang terus menyampaikan aspirasinya, selama tidak anarkis. Itu catatan pentingnya,” kata Doli.

Lebih jauh, Doli menekankan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dijaga. Karena itu, ruang demokrasi perlu terus dibuka agar mahasiswa dapat menyampaikan kritik secara terbuka dan bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas dan konsolidasi mahasiswa di berbagai daerah yang menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan publik. Menurut Doli, perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pemangku kebijakan seharusnya dipahami sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan sebagai ancaman terhadap stabilitas negara.

Doli juga menilai tradisi kritis mahasiswa memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Ia menyebut kontribusi mahasiswa tidak hanya terlihat dalam aksi di ruang publik, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif terhadap arah kebijakan dan kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, dialog antara mahasiswa dan pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar aspirasi yang disampaikan dapat ditangkap secara konstruktif. Dengan komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai, Doli meyakini dinamika kritik mahasiswa dapat menjadi energi positif bagi penguatan demokrasi.

Editor : Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Arif Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id