Anggota DPR Malaysia Tegur Prabowo soal Karhutla

Muzakki
Anggota Parlemen Malaysia dari Sabak Bernam, Kalam Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto menggunakan bahasa Jawa saat membahas kabut asap. (Sumber: YouTube Parlemen Malaysia)

SETARA.ID, JAKARTA – Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap hingga berdampak ke Malaysia. Desakan itu disampaikan menggunakan bahasa Jawa dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia pada Rabu (21/10/2026).

Kalam menyampaikan pernyataan tersebut saat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran 2027 Malaysia. Ia menyoroti persoalan kabut asap lintas batas yang menurutnya terus berulang dan mengganggu kehidupan masyarakat di kedua negara.

Sebelum beralih ke bahasa Jawa, Kalam menjelaskan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga berdampak pada kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat Malaysia.

“Pak, asap songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane podho gatel, lan sesek ambegane,” ujar Kalam dalam bahasa Jawa.

Artinya, asap dari kebakaran hutan membuat masyarakat Malaysia kesulitan bernapas. Banyak warga mengalami batuk, tenggorokan gatal, hingga sesak napas.

Ia juga menyebut aktivitas sekolah dan pariwisata ikut terdampak. Menurut Kalam, kondisi tersebut turut mengganggu masyarakat yang bekerja di sektor perkebunan.

Soroti Nasib Pekerja Indonesia di Malaysia

Kalam menegaskan, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat Malaysia. Warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di perkebunan Malaysia juga menghadapi kesulitan ketika aktivitas pekerjaan terganggu.

“Wong Indonesia sing nyambut gawe neng kebon Malaysia ya melu susah akibat asap iki, Pak. Ora bisa kerja, ora oleh duit. Urip arep terus piye? Arep ngirim duit kanggo anak bojo neng Indonesia,” katanya.

Pernyataan tersebut berarti pekerja Indonesia di perkebunan Malaysia ikut terdampak kabut asap. Ketika tidak bisa bekerja, mereka kehilangan penghasilan dan kesulitan mengirim uang kepada keluarga di Indonesia.

Kalam menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Ia meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah masalah serupa terus berulang setiap tahun.

Sindir Pernyataan soal Oksigen dari Hutan Indonesia

Dalam pidatonya, Kalam turut mengkritik pernyataan yang menjadikan hutan Indonesia sebagai pemasok oksigen bagi Malaysia. Ia menyinggung pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengenai kontribusi hutan Indonesia terhadap pasokan oksigen untuk negara tetangga.

Kalam meminta persoalan kabut asap tidak dijadikan bahan candaan. Ia kemudian mempertanyakan anggapan bahwa Malaysia bergantung pada hutan Indonesia untuk memperoleh oksigen.

“Mula, ojo malah iki digawe guyonan, digawe lucu-lucuan, ngomong nek Indonesia wis ngirim oksigen neng Malaysia. Alas Malaysia kuwi opo, mung pokok plastik? Ora iso ngasilake oksigen?” ujarnya.

Artinya, ia meminta persoalan tersebut tidak dijadikan lelucon dengan menyebut Indonesia memasok oksigen ke Malaysia. Kalam juga mengingatkan bahwa Malaysia memiliki hutan dan pepohonan yang menghasilkan oksigen.

Minta Prabowo Segera Bertindak

Menjelang akhir pidatonya, Kalam menyampaikan pesan langsung kepada Prabowo menggunakan bahasa Jawa. Ia meminta pemerintah Indonesia segera mengatasi kebakaran hutan dan mencegah kabut asap kembali mengganggu masyarakat kedua negara.

“Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Ojo meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia podho nandhang susah mergo asap,” kata Kalam.

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan itu berarti, “Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani. Kebakaran hutan harus dipadamkan. Jangan lagi setiap tahun Malaysia dan Indonesia sama-sama menderita akibat asap.”

Ia berharap masyarakat Indonesia dan Malaysia dapat menikmati udara bersih tanpa terus menghadapi persoalan kabut asap lintas batas.

“Kita kabeh pengin langit padhang gumebyar, udarane resik, ambegane lego, lan uripe sehat saklawase. Kulo matur nuwun, Bapak Presiden,” tutupnya.

Pesan tersebut menegaskan tuntutan Kalam agar pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata dalam menangani karhutla. Ia juga mendorong persoalan kabut asap lintas batas ditangani melalui kerja sama antarnegara agar dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat tidak terus berulang.

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Muzakki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id