
SETARA.ID, JAKARTA – Sejumlah bandara di Indonesia kembali beroperasi setelah aktivitas penerbangan sebelumnya terganggu akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Operasional sejumlah bandara mulai kembali berjalan pada Selasa (8/9/2026), setelah otoritas melakukan evaluasi terhadap kondisi sebaran abu vulkanik dan keselamatan penerbangan. Lima bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kembali melayani penerbangan.
Gangguan penerbangan sebelumnya berdampak besar. Penutupan selama dua hari dilaporkan memengaruhi sekitar 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang.
Meski sejumlah penerbangan telah kembali beroperasi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau.
Gunung tersebut masih berada dalam kondisi aktif. Erupsi kembali tercatat pada Selasa, dengan durasi sekitar 10 hingga 15 detik berdasarkan catatan aktivitas vulkanik.
Sebagian wilayah juga masih menghadapi dampak sebaran abu. Dua bandara di Lampung, yakni Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas, dilaporkan belum kembali beroperasi pada Selasa pagi karena masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik.
Otoritas tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas vulkanik dan kondisi ruang udara untuk memastikan keselamatan penerbangan dan masyarakat di wilayah terdampak.
Editor: Redaksi Setara


