
SETARA.ID, JAKARTA – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bertambah menjadi lima orang.
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan (Kemhan), korban terakhir yang meninggal adalah Nola Dya Sari, peserta Latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan.
Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Kemhan menjelaskan seluruh peserta tersebut sempat memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan sebelum dinyatakan meninggal dunia. Kementerian juga menyampaikan bahwa penyebab kematian masing-masing peserta berbeda dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menjelaskan, setiap peserta telah melalui tahapan seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Selain itu, selama pelaksanaan Latsarmil peserta juga mendapat pendampingan tenaga kesehatan.
Ia mengatakan Kemhan bersama penyelenggara masih melakukan evaluasi terhadap setiap kejadian untuk mengetahui penyebab meninggalnya para peserta secara menyeluruh.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto meminta pemerintah menghentikan sementara seluruh pelaksanaan Latsarmil hingga evaluasi selesai dilakukan.
“Saat ini diperlukan penghentian sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang tengah berjalan disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraannya demi menjamin keselamatan peserta dan akuntabilitas negara.”
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap metode pelatihan yang diterapkan kepada peserta SPPI.
“Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius.”
Menurutnya, peserta merupakan masyarakat sipil sehingga pelaksanaan latihan harus memperhatikan kondisi fisik masing-masing peserta.
Menanggapi desakan tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Latsarmil.
“Kalau evaluasi jelas dong. Semua proses akan kita evaluasi. Kalau ada salah prosedur tentu diperbaiki, kalau ada kelalaian itu juga menjadi bagian dari evaluasi.”
Namun, Prasetyo meminta publik menunggu hasil investigasi sebelum menyimpulkan penyebab meninggalnya para peserta.
“Belum tentu karena latihannya berat. Kita tunggu hasil evaluasi.”
Program SPPI merupakan program pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan ditempatkan sebagai manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebelum bertugas di daerah, para peserta diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan pembekalan, termasuk Latihan Dasar Kemiliteran yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI.
Editor: Redaksi Setara


