Narasi Bantah Klaim Qodari Masuk Homeless Media

Dodi Febriansyah
Muhammad Qodari (Sumber: Tempo.com)

SETARA.ID, JAKARTA – MEDIA NARASI mengucapkan secara tegas untuk tidak berkoalisi dengan Indonesia New Media Forum (INMF). Berita ini kemudia dikeluarkan oleh Narasi dari pernyataan sikap yang di-upload di akun Instagram @narasinewsroom, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan sikap itu juga memberikan penegasan bahwa Narasi merupakan media independen yang telah terdaftar dan terverifikasi oleh Dewan Pers, sehingga tidak perlu bergabung ke homeless media. “Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026,” demikian pernyataan resmi yang tertulis oleh Narasi. Najwa Shihab selaku Founder Narasi mengizinkan Tempo untuk mengutip pernyataan tersebut.

Narasi juga menyampaikan, medianya telah terdaftar di Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/9/2019. “Narasi beroperasi sesuai dengan kode etik jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers,” tulis Narasi.

Sebelum itu, Badan Komunikasi Pemerintah RI mengajak homeless yang telah bergabung dengan INMF untuk membantu perluasan jangkauan komunikasi publik pemerintah. Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam Konfrensi Pers pada Rabu (6//5/2026), menyatakan bahwa forum tersebut adalah berkumpulnya para homeless media atau media yang dikelola secara mandiri.

Homeless media ini merupakan salah satu media yang berbasis media sosial tanpa adanya situs atau aplikasi secara resmi. Konten dalam media ini juga dikelola secara mandiri dan diunggah di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Tiktok dan You Tube.

Dalam jumpa pers tersebut, Bakom RI merilis daftar sejumlah media homeless yang diklaim telah bergabung di INMF. Menurut Qodari media tersebut diantaranya Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, Ussfeeds, menjadimanusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa, Taubaters, Bapak2ID, dan Pandemic Talks.

Selanjutnya, ada pula Kawan hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vibes, UNFRMD, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, dan North West.

Timothy Marbun selaku perwakilan INMF, mengatakan pernah sempat ada perjumpaan resmi beberapa anggota INMF dengan Qodari, Selasa (5/5/2026). “Tidak ada komitmen apa pun,” ujar Timothy.

Timothy mengatakan, konteks bermitra haya untuk membuka jalannya komunikasi untuk homeless media untuk melakukan cover both side dalam liputan. Dia menambahkan, Badan Komunikasi RI terbuka untuk menjawab kinerja pemerintah. “Semangatnya justru agar informasi yang disebarkan lengkap dari semua sisi,” kata Timothy.

Timothy menyatakan, bahwa INMF dibentuk secara kolektif pada medio 2025 dan mandiri. Forum ini dibuat sebagai ruang tumbuh, berkumpul, dan proses belajar bagi media-media baru. Karena menurutnya, INMF ini dikelola tanpa adanya hierarki. Ia juga menambahkan bahwa media yang tergabung dalam INMF memilih mandiri dan fokus pada redaksi.

Selain Narasi, Bapak2ID juga tidak tergabung dalam INMF. “Faktanya kami tidak tahu menahu dan tidak terlibat sama sekali pada organisasi itu dan pertemuan itu,” ujar Bapak2ID dalam keterangannya. “Kami independen dan tidak terasosiasi dengan organisasi mana pun.”

Editor: Redaksi Setara

Share It:

Tags :

Dodi Febriansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id