
SETARA.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Di hadapan ribuan buruh yang memadati lokasi acara, Prabowo menyampaikan sejumlah janji dan kebijakan baru yang diklaim berpihak kepada pekerja. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah akan memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan buruh, mulai dari sektor perumahan, perlindungan kerja, hingga jaminan sosial.
Salah satu janji yang disampaikan ialah penyediaan rumah bagi kalangan pekerja. Menurutnya, pemerintah tengah menargetkan pembangunan rumah rakyat yang juga diperuntukkan bagi buruh.
“Kita bangun rumah untuk rakyat, untuk buruh, supaya buruh punya rumah yang layak dan terjangkau,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Selain program perumahan, Prabowo juga menjanjikan fasilitas penitipan anak atau daycare di kawasan industri dan lingkungan permukiman pekerja. Fasilitas tersebut disebut penting untuk membantu keluarga buruh, khususnya perempuan pekerja.
“Kita siapkan daycare, tempat penitipan anak untuk kaum pekerja,” katanya.
Di sektor transportasi online, Prabowo mengumumkan kebijakan pemangkasan potongan aplikasi bagi pengemudi ojek online. Ia menyebut potongan yang sebelumnya mencapai 20 persen akan diturunkan menjadi 8 persen.
“Mulai hari ini, potongan aplikasi diturunkan menjadi 8 persen. Pendapatan saudara-saudara harus lebih besar,” tegasnya.
Presiden juga menyampaikan pekerja sektor transportasi online akan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan Jaminan Kecelakaan Kerja.
“Pekerja online harus kita lindungi. Mereka berhak mendapat jaminan kesehatan dan perlindungan kerja,” ucapnya.
Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo meminta pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan segera dituntaskan bersama DPR RI. Ia mengaku telah menginstruksikan kementerian terkait agar proses pembahasan dipercepat.
“Saya minta Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum segera selesaikan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR,” kata Prabowo.
Tak hanya itu, ia juga mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Satgas tersebut disiapkan untuk merespons ancaman PHK dan memastikan perlindungan pekerja.
“Kita bentuk Satgas PHK agar buruh tidak dibiarkan sendirian menghadapi ancaman pemutusan kerja,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat Indonesia.
“Sisa hidup saya akan saya abdikan untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo


