Viral di YouTube, Film “Pesta Babi” Ternyata Diunggah Ilegal

Arif Siregar
Poster Trailer “Pesta Babi “. (Foto: Watchdoc )

SETARA.ID, JAKARTA – Film dokumenter Pesta Babi produksi Watchdoc Documentary kembali menjadi sorotan setelah beredar secara ilegal di YouTube. Sejumlah akun diketahui mengunggah versi penuh film tersebut tanpa izin resmi dari rumah produksi maupun pembuat film.

Film garapan Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu sebelumnya hanya diputar melalui mekanisme nonton bareng (nobar) komunitas di berbagai daerah. Watchdoc menyebut skema tersebut dipilih untuk menjaga ruang diskusi publik sekaligus meminimalisir penyebaran tanpa izin.

Menanggapi maraknya tautan ilegal di media sosial, Dandhy Laksono mengingatkan publik agar tidak mengakses film melalui kanal tidak resmi. Ia menyebut versi yang beredar berpotensi mengalami perubahan isi maupun manipulasi informasi.

“Bisa saja ada pemelintiran data, fakta, maupun detail-detail lain,” ujar Dandhy Laksono menanggapi beredarnya tautan ilegal film tersebut di internet.

Pihak Watchdoc juga menegaskan bahwa hingga saat ini film Pesta Babi belum dirilis secara resmi di YouTube maupun platform streaming komersial lainnya. Penayangan hanya dilakukan melalui agenda nobar komunitas yang terlebih dahulu melakukan pendaftaran resmi kepada penyelenggara.

Dalam penjelasannya, pihak penyelenggara menyebut pembatasan penayangan dilakukan demi menjaga keamanan pemutaran dan menghindari serangan siber maupun pembajakan digital.

“Mengapa harus nobar untuk menyaksikan film Pesta Babi? Paling minimal tidak ada buzzer,” tulis pernyataan Watchdoc terkait alasan pembatasan penayangan film tersebut.

Di tengah polemik itu, film Pesta Babi justru semakin ramai diperbincangkan publik. Sejumlah agenda nobar di berbagai daerah sempat mengalami pembubaran maupun intimidasi dari aparat dan pihak kampus.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) turut mengkritik pembubaran pemutaran film tersebut. Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Zainal Arifin, menyebut tindakan represif terhadap pemutaran karya dokumenter berpotensi membatasi ruang kebebasan berekspresi.

Di media sosial dan forum internet, perdebatan terkait film ini terus berkembang. Sebagian publik menilai pembatasan pemutaran justru meningkatkan rasa penasaran masyarakat terhadap isi film tersebut.

Share It:

Tags :

Arif Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Pupolar

Artikel Terbaru

Find Us on Youtube

SETARA.id

Menjadi media rujukan yang kredibel dalam membangun ruang publik yang setara, rasional, dan berkeadilan melalui jurnalisme yang berintegritas dan berbasis kepentingan publik.

Copyright © 2026 All Right Reserved Setara.id