
Gibran Rakabuming Raka (Wakil Presiden Republik Indonesia).
Setara.id – Jakarta, 9 April 2026 — Sekira 50 staf Wakil Presiden mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penyiapan operasional pemerintahan di ibu kota baru.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa penempatan staf tersebut dilakukan secara bertahap untuk mendukung aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di IKN.
“Sekira 50 staf dari Sekretariat Wakil Presiden sudah mulai berkantor di IKN,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, kehadiran staf ini merupakan bagian dari proses transisi kelembagaan menuju pemindahan pusat pemerintahan ke IKN yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah.
“Ini untuk mendukung operasional dan memastikan kegiatan pemerintahan, termasuk dari Wakil Presiden, dapat berjalan dengan baik di IKN,” katanya.
Basuki menambahkan, pemerintah terus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, baik dari sisi fisik maupun kelembagaan, guna memastikan kelancaran aktivitas pemerintahan di ibu kota baru.
Penempatan puluhan staf tersebut menjadi perhatian publik, seiring berkembangnya narasi yang menyebut adanya “pengalihan peran” Wakil Presiden ke IKN. Isu ini mencuat di tengah meningkatnya intensitas keterlibatan Gibran dalam berbagai agenda di luar Jakarta, khususnya terkait pembangunan kawasan strategis nasional.
Sejumlah pengamat menilai, langkah ini dapat dimaknai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan IKN dengan melibatkan langsung unsur pimpinan nasional. Namun di sisi lain, muncul pula persepsi publik yang mempertanyakan posisi dan peran Wakil Presiden dalam dinamika pemerintahan di tingkat pusat.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran unsur Wakil Presiden di IKN merupakan bagian dari penguatan fungsi pemerintahan, bukan bentuk pemindahan peran secara permanen.
Hingga saat ini, proses pemindahan aparatur sipil negara dan perangkat pendukung pemerintahan ke IKN masih terus berlangsung secara bertahap, seiring dengan penyelesaian infrastruktur dan kesiapan kawasan sebagai pusat administrasi negara.
Editor : Redaksi Setara


